Tania Titi Raraswati Utomo ( 1124210160) Soal 2: A: Rata" umur mesin = 3,5 B: Jumlah Rata" mesin = 57,14 C: Total biaya perbaikan = 19,999 D: Perkiraan kerusakan = 200 E: Preventive Maintance (PM) Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective maintenance (CM). PM karena biaya lebih rendah dibanding CM.
Pendapatan - Pengeluaran : Bogor = 3.540.000.000 Bekasi = 3.547.000.000 Sukabumi = 3.573.750.000 Jadi jawabannya sukabumi karena keintungannya lebih banyak.
Shafa Naurah Chairunnisa dengan NPM 1124210150 Soal no 2: A: Rata rata umur mesin = 3,5 B: Jumlah Rata rata mesin = 57,14 C: Total biaya perbaikan = 19,999 D: Perkiraan kerusakan = 200 E: Preventive Maintance, alasannya karena biaya lebih rendah dibanding CM.
Soal no 3: Pendapatan = 4.470.000.000 Pengeluaran Bogor = 930.000 .000 Pengeluaran Bekasi = 923.000.000 Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran : Bogor = 3.540.000.000 Bekasi = 3.547.000.000 Sukabumi = 3.573.750.000 jawabannya sukabumi karena keuntungannya lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57
c. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200
e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive) 1. Biaya preventif = 15.000.000 2. Biaya corective = 19.950.000 Jika dilihat dari hasil perhitungan maka kita memutuskan memilih metode biaya preventif, selain biayanya yang jauh lebih murah juga karena biaya ini lebih efisien dan meningkatkan produktivitas, dapat menghemat biaya operasional, serta pengelolaan resiko yang lebih baik dari biaya corective.
SOAL NO. 3
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 165.000.000 3. Pembangunan pabrik = 9.000.000 4. TK Adm = 36.000.000 5. Total pengeluaran = 930.000.000 6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 150.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.000.000 4. TK Adm = 42.000.000 5. Total pengeluaran = 923.000.000 6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 120.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.250.000 4. TK Adm = 45.000.000 5. Total pengeluaran = 896.250.000 6. Total keuntungan = 3.573.750.000
e. Jadi kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena jika melihat data diatas kota ini memiliki Total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
No 2. A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak= 3,5 B. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan= 57 C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective= 19.950.000 D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4= 200 E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
Berdasarkan hasil perhitungan, metode biaya preventif dipilih karena memiliki biaya yang lebih rendah, lebih efisien, mampu meningkatkan produktivitas, menghemat biaya operasional, serta memberikan pengelolaan risiko yang lebih baik dibandingkan dengan biaya korektif.
NO. 3 A. Total Pendapatan= 4.470.000.000
B. Pengeluaran untuk kota Bogor 1. Tepung terigu= 720.000.000 2. TK langsung= 165.000.000 3. Pembangunan pabrik= 9.000.000 4. TK Adm= 36.000.000 5. Total pengeluaran= 930.000.000 6. Total keuntungan= 3.540.000.000
C. Pengeluaran untuk kota Bekasi 1. Tepung terigu= 720.000.000 2. TK langsung= 150.000.000 3. Pembangunan pabrik= 11.000.000 4. TK Adm= 42.000.000 5. Total pengeluaran = 923.000.000 6. Total keuntungan = 3.547.000.000
D. Pengeluaran untuk kota Sukabumi 1. Tepung terigu= 720.000.000 2. TK langsung= 120.000.000 3. Pembangunan pabrik= 11.250.000 4. TK Adm= 45.000.000 5. Total pengeluaran= 896.250.000 6. Total keuntungan= 3.573.750.000
E. Kesimpulannya, kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena jika dilihat dari data diatas, kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan kedua kota yang lain.
Soal 2: A: Rata" umur mesin = 3,5 B: Jumlah Rata" mesin = 57,14 C: Total biaya perbaikan = 19,999 D: Perkiraan kerusakan = 200 E: Preventive Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective, karena biaya lebih rendah (Rp.15.000.000) dibanding Corrective (Rp.19.999.000).
soal nomer 2 a. rata rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 b. jumlah rata rata mesin yang rusak perbulan = 57 c. total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000 d. jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4 = 200 e. kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
memutuskan memilih preventive maintance (PM) karena jauh lebih hemat dan efisien dibandingken corrective maintenance (CM).
soal nomer 3 a. total pendapatan = 4.470.000.000 b. pengeluaran kota bogor = 930.000.000 c. pengeluaran kota bekasi = 923.000.000 d. pengeluaran kota sukabumi = 896.250.000 pendapatan - pengeluaran = bogor = 3.540.000.000 bekasi = 3.547.000.000 sukabumi = 3.573.750.000 e. jadi, kota yang dipilih yaitu sukabumi karena kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
Syfa Warda Ningsi (1124210157) Soal nomor 2 a). Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan b). Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan = 57,14 c). Total biaya perbaikan jika digunakan pemeliharaan corrective =19.999.000 d). Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6 = 200 e). Kebijakan pemeliharaan mana yang ambil 1. corrective = 19.999.000 2. preventive = 15.000.000 jadi pilihan terbaik yaitu Preventive Maintenance karena lebih hemat hampir Rp5 juta, dan secara operasional lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Soal nomor 3 a). Total pendapatan = 4.470.000.000 b). Pengeluaran kota Bogor 1. Tepung terigu= 720.000.000 2. TK langsung= 165.000.000 3. Pembangunan pabrik= 9.000.000 4. TK Adm= 36.000.000 5. Total pengeluaran= 930.000.000 6. Total keuntungan= 3.540.000.000 c). Pengeluaran kota Bekasi 1. Tepung terigu= 720.000.000 2. TK langsung= 150.000.000 3. Pembangunan pabrik= 11.000.000 4. TK Adm= 42.000.000 5. Total pengeluaran = 923.000.000 6. Total keuntungan = 3.547.000.000 d). Pengeluaran kota Sukabumi 1. Tepung terigu= 720.000.000 2. TK langsung= 120.000.000 3. Pembangunan pabrik= 11.250.000 4. TK Adm= 45.000.000 5. Total pengeluaran= 896.250.000 6. Total keuntungan= 3.573.750.000 e). Kota Sukabumi adalah lokasi paling optimal secara finansial, karena mampu memberikan keuntungan tertinggi dengan pengeluaran paling rendah dibandingkan Bogor dan Bekasi.
Nomor 2 a. Rata-rata umur mesin (1 × 0,25) + ( 2 × 0,15) + (3 × 0,1) + (4 × 0,1) + (5 × 0,15) + (6 × 0,25) = 3,5 b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan 200 ÷ 3,5 = 57 c. - Corrective : 57 × Rp350.000 = Rp19.950.000 - Preventive : 200 × Rp75.000 = Rp15.000.000 d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6 (200 × 0,25) + (200 × 0,15) + (200 × 0,1) + (200 × 0,15) + (200 × 0,25) = 200 e. Preventive, karena pemeliharaan dilakukan secara rutin dan lebih hemat dari pemeliharaan corrective.
Nomor 3 a. Pendapatan : 60.000 × Rp74.500 = Rp4.470.000.000 b. Pengeluaran - Kota Bogor : Rp930.000.000 - Kota Bekasi : Rp923.000.000 - Kota Sukabumi : Rp896.250.000 c. Keuntungan - Kota Bogor : Rp4.470.000.000 - Rp930.000.000 = Rp3.540.000.000 - Kota Bekasi : Rp4.470.000.000 - Rp923.000.000 = Rp3.547.000.000 - Kota Sukabumi : Rp4.470.000.000 - Rp896.250.000 = Rp3.573.000.000
- Kebijakan yang dipilih yaitu preventive, karena lebih hemat dan efisien dibandingkan dengan corrective.
No. 3 - Pendapatan : 60.000 × Rp74.500 = Rp4.470.000.000 - Pengeluaran 1. Kota Bogor = Rp930.000.000 2. Kota Bekasi = Rp923.000.000 3. Kota Sukabumi = Rp896.250.000
- Keuntungan 1. Kota Bogor = Rp 4.470.000.000 - Rp 930.000.000 = Rp3.540.000.000 2. Kota Bekasi = Rp4.470.000.000 - Rp923.000.000 = Rp3.547.000.000 3. Kota Sukabumi = Rp4.470.000.000 - Rp896.250.000 = Rp3.573.750.000 - Jadi kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena pengeluarannya paling sedikit dan keuntungannya paling tinggi dibandingkan dengan kota Bogor dan Bekasi.
Siti Arivah 1124210154 Soal 2 a. rata-rata umur mesin sebelum rusak : 3,5 bulan b. jumlah rata-rata mesin yg rusak perbulan : 57,14 c. total biaya perbaikan jika digunakan pemeliharaan corrective : 19.999.000 d. jumlah perkiraan kerusakan bulan pertama hingga ke-6 : bulan 1 : 50 bulan 2 : 30 bulan 3 : 20 bulan 4 : 20 bulan 5 : 30 bulan 6 : 50 Total : 200 e. kebijakan pemeliharaan mana yg diambil, preventif atau corrective? biaya pemeliharaan corrective : 19.999.000 biaya pemeliharaan preventif : 15.000.000 saya memilih preventif karena biaya yg dibutuhkan lebih murah dan lebih efisien. selain itu biaya pemeliharaan preventif membuat perusahaan sudah siap lebih awal karena telah menyiapkan dana yg sudah dicadangkan untuk sewaktu-waktu mesin rusak
Soal 3 a. pendapatan : 4.470.000.000 b. pengeluaran : bogor : 930.000.000 bekasi : 923.000.000 sukabumi : 896.250.000 c. keuntungan : bogor : 3.540.000.000 bekasi : 3.547.000.000 sukabumi : 3.573.750.000 d. kota yg dipilih adalah sukabumi karena pengeluarannya paling sedikit dengan keuntungan yg paling besar. jadi sukabumi adalah kota yg paling efisien dan strategis untuk menjadi lokasi pabrik
No. 2 A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan B. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57,14 C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corrective = Rp. 19.999.000 D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4 = 200 E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive) 1. Biaya preventive = Rp. 15.000.000 2. Biaya corective = Rp. 19.999.000
Jadi, preventive dipilih karena memiliki biaya yang lebih rendah, dan menghemat biaya operasional dibandingkan dengan corrective.
No. 3 Total pendapatan = Rp. 4.470.000.000 Pengeluaran kota Bogor = Rp. 930.000.000 Pengeluaran kota Bekasi = Rp. 923.000.000 Pengeluaran kota Sukabumi = Rp. 896.250.000
A. Rata² umur mesin sebelum rusak= 3.5 B. Jumlah rata² mesin yang rusak perbulan= 57 C. Total biaya perbaikan=19.950.000 D. Jumlah kerusakan dalam bulan 1-4=200 E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
✓Jadi yang di pilih adalah =metode biaya preventif karena memiliki biaya yang lebih rendah, lebih efisien, mampu meningkatkan produktivitas, menghemat biaya operasional, serta memberikan pengelolaan risiko yang lebih baik dibandingkan dengan biaya korektif.
Nomor 3.
A. Pendapatan =4.470.000.000
B. Pengeluaran Bogor ✓Total pengeluaran =930.000.000 ✓Total keuntungan= 3.540.000.000
D. Pengeluaran Sukabumi ✓Total pengeluaran 896.250.000 ✓Total keuntungan 3.573.750.000
E. Jadi, kota yang dipilih adalah Sukabumi
Alasannya: jika dilihat dari data diatas, kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan kedua kota yang lain.
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57
c. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200
e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive) 1. Biaya preventif = 15.000.000 2. Biaya corective = 19.950.000 Jika dilihat dari hasil perhitungan maka kita memutuskan memilih metode biaya preventif, selain biayanya yang jauh lebih murah juga karena biaya ini lebih efisien dan meningkatkan produktivitas, dapat menghemat biaya operasional, serta pengelolaan resiko yang lebih baik dari biaya corective.
SOAL NO. 3
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 165.000.000 3. Pembangunan pabrik = 9.000.000 4. TK Adm = 36.000.000 5. Total pengeluaran = 930.000.000 6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 150.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.000.000 4. TK Adm = 42.000.000 5. Total pengeluaran = 923.000.000 6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 120.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.250.000 4. TK Adm = 45.000.000 5. Total pengeluaran = 896.250.000 6. Total keuntungan = 3.573.750.000
e. Jadi kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena jika melihat data diatas kota ini memiliki Total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
a. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57 c. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000 d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200 e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive) 1. Biaya preventif = 15.000.000 2. Biaya corective = 19.950.000
Metode yang dipilih adalah metode preventif karena biayanya lebih rendah dibandingkan dengan metode corective, metode preventif dapat mencegah terjadinya masalah atau kerugian di masa depan untuk mengurangi risiko, menghemat biaya, dan meningkatkan efisiensi.
Soal No 3.
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 165.000.000 3. Pembangunan pabrik = 9.000.000 4. TK Adm = 36.000.000 5. Total pengeluaran = 930.000.000 6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 150.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.000.000 4. TK Adm = 42.000.000 5. Total pengeluaran = 923.000.000 6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 120.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.250.000 4. TK Adm = 45.000.000 5. Total pengeluaran = 896.250.000 6. Total keuntungan = 3.573.750.000
Kota yang dipilih adalah Sukabumi, dikarenakan menurut perhitungan diatas kota Sukabumi memiliki jumlah pengeluaran yang paling sedikit dibandingkan dengan kota lain dan keuntungan yang paling tinggi.
Soal Nomer. 2 a.) Jumlah Rata-Rata Sebelum Rusak = 3,5 b.) Jumlah Rata-Rata Mesin Yang Rusak PerBulan = 57 c.) Total Biaya Perbaikan Jika Digunakan Pemeliharaan Corrective = 19.950.000 d.) Jumlah Perkiraan Kerusakan Bulan 1 Hingga 6 = 200 e.) Kebijakan Pemeliharaan Yang Optimal : 1. Biaya Preventif = 15.000.000 2. Biaya Corrective = 19.950.000 Pemeliharaan preventif lebih optimal karena biayanya lebih rendah (Rp15.000.000) dibanding corrective (Rp19.950.000), sehingga lebih hemat dan efisien.
Soal Nomer. 3 A. Total Pendapatan = 4.470.000.000 B. Pengeluaran Untuk Kota Bogor : - Tepung Terigu/Pack = 720.000.000 - TK Langsung/Pack = 165.000.000 - Pembangunan Pabrik = 9.000.000 - TK Adm/Bulan/Orang = 36.000.000 * Total Pengeluaran = 930.000.000 * Total Keuntungan = 3.540.000.000 C. Pengeluaran Untuk Kota Bekasi : - Tepung Terigu/Pack = 720.000.000 - TK Langsung/Pack = 150.000.000 - Pembangunan Pabrik = 11.000.000 - TK Adm/Bulan/Orang = 42.000.000 * Total Pengeluaran = 923.000.000 * Total Keuntungan = 3.547.000.000 D. Pengeluaran Untuk Kota Sukabumi : - Tepung Terigu/Pack = 720.000.000 - TK Langsung/Pack = 120.000.000 - Pembangunan Pabrik = 11.250.000 - TK Adm/Bulan/Orang = 45.000.000 * Total Pengeluaran = 896.250.000 * Total Keuntungan = 3.573.750.000 E. Kota yang dipilih adalah Sukabumi karena memiliki pengeluaran paling rendah dan keuntungan paling tinggi.
Soal nomor 2 a). Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan b). Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan = 57,14 c). Total biaya perbaikan jika digunakan pemeliharaan corrective =19.999.000 d). Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6 = 200 e). Kebijakan pemeliharaan mana yang ambil 1. corrective = 19.999.000 2. preventive = 15.000.000 jadi pilihan terbaik yaitu Preventive Maintenance karena lebih hemat hampir Rp5 juta, dan secara operasional lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Soal nomor 3 Pendapatan = 4.470.000.000 Pengeluaran Bogor = 930.000 .000 Pengeluaran Bekasi = 923.000.000 Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran : Bogor = 3.540.000.000 Bekasi = 3.547.000.000 Sukabumi = 3.573.750.000 Jadi jawabannya sukabumi karena keuntungannya lebih banyak.
Salwa Nurmaliza_ 1124210265 No. 2 A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 B. Jumlah rata-rata mesin rusak perbulan = 57 C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000 D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200 e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive) 1. Biaya preventif = 15.000.000 2. Biaya corective = 19.950.000 Pemeliharaan preventif lebih optimal karena biaya yang dikeluarkan lebih rendah, yaitu Rp15.000.000 dibandingkan corrective sebesar Rp19.950.000. Selain itu, pemeliharaan preventif juga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan mesin secara tiba-tiba dan mendukung kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, pemeliharaan preventif lebih disarankan untuk diterapkan dalam pengelolaan mesin secara berkelanjutan dan efisien.
No.3 a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 165.000.000 3. Pembangunan pabrik = 9.000.000 4. TK Adm = 36.000.000 5. Total pengeluaran = 930.000.000 6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 150.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.000.000 4. TK Adm = 42.000.000 5. Total pengeluaran = 923.000.000 6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi 1. Tepung terigu = 720.000.000 2. TK langsung = 120.000.000 3. Pembangunan pabrik = 11.250.000 4. TK Adm = 45.000.000 5. Total pengeluaran = 896.250.000 6. Total keuntungan = 3.573.750.000
E. Jadi Kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena berdasarkan data perhitungan, kota ini memiliki total pengeluaran paling rendah, yaitu Rp896.250.000, dan keuntungan tertinggi, yaitu Rp3.573.750.000 dibandingkan kota Bogor dan Bekasi. Dengan demikian, Sukabumi menjadi pilihan paling efisien dan menguntungkan untuk operasional.
Soal 2: A: Rata" umur mesin = 3,5 B: Jumlah Rata" mesin = 57,14 C: Total biaya perbaikan = 19,999 D: Perkiraan kerusakan = 200 E: Preventive Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective, karena biaya lebih rendah Rp.15.000.000 dibanding Corrective Rp.19.999.000.
Soal nomer 2 A. rata rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 B. jumlah rata rata mesin yang rusak perbulan = 57 C. total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000 D. jumlah perkiraan kerusakan = 200 E. kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive) 1. biaya preventif = 15.000.000 2. biaya corective = 19.950.000 Jadi pilihan terbaiknya yaitu preventive maintance (PM) karena jauh lebih hemat dan efisien dibandingken corrective maintenance (CM). Soal nomer 3 A. total pendapatan = 4.470.000.000 B. pengeluaran kota bogor = 930.000.000 C. pengeluaran kota bekasi = 923.000.000 D. pengeluaran kota sukabumi = 896.250.000 pendapatan – pengeluaran = bogor = 3.540.000.000 bekasi = 3.547.000.000 sukabumi = 3.573.750.000 E. jadi kota yang dipilih yaitu sukabumi karena kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan total keuntungan yang paling banyak
SOAL NO.2 A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan B. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57,14 C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corrective = Rp. 19.999.000 D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4 = 200 E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive) 1. Biaya preventive = Rp. 15.000.000 2. Biaya corective = Rp. 19.999.000
Jadi, preventive dipilih karena memiliki biaya yang lebih rendah, dan menghemat biaya operasional dibandingkan dengan corrective.
SOAL NO.3 Total pendapatan = Rp. 4.470.000.000 Pengeluaran kota Bogor = Rp. 930.000.000 Pengeluaran kota Bekasi = Rp. 923.000.000 Pengeluaran kota Sukabumi = Rp. 896.250.000
Tania Titi Raraswati Utomo ( 1124210160)
BalasHapusSoal 2:
A: Rata" umur mesin = 3,5
B: Jumlah Rata" mesin = 57,14
C: Total biaya perbaikan = 19,999
D: Perkiraan kerusakan = 200
E: Preventive Maintance (PM) Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective maintenance (CM). PM karena biaya lebih rendah dibanding CM.
Soal 3:
Pendapatan = 4.470.000.000
Pengeluaran Bogor = 930.000 .000
Pengeluaran Bekasi = 923.000.000
Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran :
Bogor = 3.540.000.000
Bekasi = 3.547.000.000
Sukabumi = 3.573.750.000
Jadi jawabannya sukabumi karena keintungannya lebih banyak.
Shafa Naurah Chairunnisa dengan NPM 1124210150
BalasHapusSoal no 2:
A: Rata rata umur mesin = 3,5
B: Jumlah Rata rata mesin = 57,14
C: Total biaya perbaikan = 19,999
D: Perkiraan kerusakan = 200
E: Preventive Maintance, alasannya karena biaya lebih rendah dibanding CM.
Soal no 3:
Pendapatan = 4.470.000.000
Pengeluaran Bogor = 930.000 .000
Pengeluaran Bekasi = 923.000.000
Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran :
Bogor = 3.540.000.000
Bekasi = 3.547.000.000
Sukabumi = 3.573.750.000
jawabannya sukabumi karena keuntungannya lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya
Salwa Nurfatwa 1124210248
BalasHapusSOAL NO.2
a. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57
c. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200
e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive)
1. Biaya preventif = 15.000.000
2. Biaya corective = 19.950.000
Jika dilihat dari hasil perhitungan maka kita memutuskan memilih metode biaya preventif, selain biayanya yang jauh lebih murah juga karena biaya ini lebih efisien dan meningkatkan produktivitas, dapat menghemat biaya operasional, serta pengelolaan resiko yang lebih baik dari biaya corective.
SOAL NO. 3
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 165.000.000
3. Pembangunan pabrik = 9.000.000
4. TK Adm = 36.000.000
5. Total pengeluaran = 930.000.000
6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 150.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.000.000
4. TK Adm = 42.000.000
5. Total pengeluaran = 923.000.000
6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 120.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.250.000
4. TK Adm = 45.000.000
5. Total pengeluaran = 896.250.000
6. Total keuntungan = 3.573.750.000
e. Jadi kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena jika melihat data diatas kota ini memiliki Total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNo 2.
BalasHapusA. Rata-rata umur mesin sebelum rusak= 3,5
B. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan= 57
C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective= 19.950.000
D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4= 200
E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
1. Biaya preventif= 15.000.000
2. Biaya corective= 19.950.000
Berdasarkan hasil perhitungan, metode biaya preventif dipilih karena memiliki biaya yang lebih rendah, lebih efisien, mampu meningkatkan produktivitas, menghemat biaya operasional, serta memberikan pengelolaan risiko yang lebih baik dibandingkan dengan biaya korektif.
NO. 3
A. Total Pendapatan= 4.470.000.000
B. Pengeluaran untuk kota Bogor
1. Tepung terigu= 720.000.000
2. TK langsung= 165.000.000
3. Pembangunan pabrik= 9.000.000
4. TK Adm= 36.000.000
5. Total pengeluaran= 930.000.000
6. Total keuntungan= 3.540.000.000
C. Pengeluaran untuk kota Bekasi
1. Tepung terigu= 720.000.000
2. TK langsung= 150.000.000
3. Pembangunan pabrik= 11.000.000
4. TK Adm= 42.000.000
5. Total pengeluaran = 923.000.000
6. Total keuntungan = 3.547.000.000
D. Pengeluaran untuk kota Sukabumi
1. Tepung terigu= 720.000.000
2. TK langsung= 120.000.000
3. Pembangunan pabrik= 11.250.000
4. TK Adm= 45.000.000
5. Total pengeluaran= 896.250.000
6. Total keuntungan= 3.573.750.000
E. Kesimpulannya, kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena jika dilihat dari data diatas, kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan kedua kota yang lain.
Soal 2:
BalasHapusA: Rata" umur mesin = 3,5
B: Jumlah Rata" mesin = 57,14
C: Total biaya perbaikan = 19,999
D: Perkiraan kerusakan = 200
E: Preventive Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective, karena biaya lebih rendah (Rp.15.000.000) dibanding Corrective (Rp.19.999.000).
Soal 3:
Pendapatan = 4.470.000.000
Pengeluaran Bogor = 930.000 .000
Pengeluaran Bekasi = 923.000.000
Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran :
Bogor = 3.540.000.000
Bekasi = 3.547.000.000
Sukabumi = 3.573.750.000
Jadi, sukabumi lebih menguntungkan.
soal nomer 2
BalasHapusa. rata rata umur mesin sebelum rusak = 3,5
b. jumlah rata rata mesin yang rusak perbulan = 57
c. total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
d. jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4 = 200
e. kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
1. biaya preventif = 15.000.000
2. biaya corective = 19.950.000
memutuskan memilih preventive maintance (PM) karena jauh lebih hemat dan efisien dibandingken corrective maintenance (CM).
soal nomer 3
a. total pendapatan = 4.470.000.000
b. pengeluaran kota bogor = 930.000.000
c. pengeluaran kota bekasi = 923.000.000
d. pengeluaran kota sukabumi = 896.250.000
pendapatan - pengeluaran =
bogor = 3.540.000.000
bekasi = 3.547.000.000
sukabumi = 3.573.750.000
e. jadi, kota yang dipilih yaitu sukabumi karena kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
Syfa Warda Ningsi (1124210157)
BalasHapusSoal nomor 2
a). Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan
b). Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan = 57,14
c). Total biaya perbaikan jika digunakan pemeliharaan corrective =19.999.000
d). Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6 = 200
e). Kebijakan pemeliharaan mana yang ambil
1. corrective = 19.999.000
2. preventive = 15.000.000
jadi pilihan terbaik yaitu Preventive Maintenance karena lebih hemat hampir Rp5 juta, dan secara operasional lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Soal nomor 3
a). Total pendapatan = 4.470.000.000
b). Pengeluaran kota Bogor
1. Tepung terigu= 720.000.000
2. TK langsung= 165.000.000
3. Pembangunan pabrik= 9.000.000
4. TK Adm= 36.000.000
5. Total pengeluaran= 930.000.000
6. Total keuntungan= 3.540.000.000
c). Pengeluaran kota Bekasi
1. Tepung terigu= 720.000.000
2. TK langsung= 150.000.000
3. Pembangunan pabrik= 11.000.000
4. TK Adm= 42.000.000
5. Total pengeluaran = 923.000.000
6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d). Pengeluaran kota Sukabumi
1. Tepung terigu= 720.000.000
2. TK langsung= 120.000.000
3. Pembangunan pabrik= 11.250.000
4. TK Adm= 45.000.000
5. Total pengeluaran= 896.250.000
6. Total keuntungan= 3.573.750.000
e). Kota Sukabumi adalah lokasi paling optimal secara finansial, karena mampu memberikan keuntungan tertinggi dengan pengeluaran paling rendah dibandingkan Bogor dan Bekasi.
Nomor 2
BalasHapusa. Rata-rata umur mesin
(1 × 0,25) + ( 2 × 0,15) + (3 × 0,1) + (4 × 0,1) + (5 × 0,15) + (6 × 0,25) = 3,5
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan
200 ÷ 3,5 = 57
c. - Corrective : 57 × Rp350.000 = Rp19.950.000
- Preventive : 200 × Rp75.000 = Rp15.000.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6
(200 × 0,25) + (200 × 0,15) + (200 × 0,1) + (200 × 0,15) + (200 × 0,25) = 200
e. Preventive, karena pemeliharaan dilakukan secara rutin dan lebih hemat dari pemeliharaan corrective.
Nomor 3
a. Pendapatan : 60.000 × Rp74.500 = Rp4.470.000.000
b. Pengeluaran
- Kota Bogor : Rp930.000.000
- Kota Bekasi : Rp923.000.000
- Kota Sukabumi : Rp896.250.000
c. Keuntungan
- Kota Bogor : Rp4.470.000.000 - Rp930.000.000 = Rp3.540.000.000
- Kota Bekasi : Rp4.470.000.000 - Rp923.000.000 = Rp3.547.000.000
- Kota Sukabumi : Rp4.470.000.000 - Rp896.250.000 = Rp3.573.000.000
Shalma Kaviya 1124210151
BalasHapusNomor 2
a. Rata-rata umur mesin
(1 × 0,25) = 0,25
( 2 × 0,15)=0,3
(3 × 0,1) =0,3
(4 × 0,1) =0,4
(5 × 0,15)=0,75
(6 × 0,25) = 1,5
------------------------ +
3,5
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan
200 ÷ 3,5 = 57,14
c. - Corrective : 57,14 × Rp350.000 = Rp19.999.000
- Preventive : 200 × Rp75.000 = Rp15.000.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6
(200 × 0,25) + (200 × 0,15) + (200 × 0,1) + (200 × 0,15) + (200 × 0,25) = 200
e. Preventive menjadi pilihan terbaik karena dapat menghemat dengan melakukan pemeliharaan dari pada perbaikan
Nomor 3
a. Pendapatan :
60.000 × Rp74.500 = Rp4.470.000.000
b. Pengeluaran
- Kota Bogor : Rp930.000.000
- Kota Bekasi : Rp923.000.000
- Kota Sukabumi : Rp896.250.000
c. Keuntungan
- Kota Bogor : Rp4.470.000.000 - Rp930.000.000 = Rp3.540.000.000
- Kota Bekasi : Rp4.470.000.000 - Rp923.000.000 = Rp3.547.000.000
- Kota Sukabumi : Rp4.470.000.000 - Rp896.250.000 = Rp3.573.000.000
e. sukabumi dipilih karena memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
No. 2
BalasHapus- Rata-rata umur mesin
(1 × 0,25) + (2 × 0,15) + (3 × 0,10) + (4 × 0,10) + (5 × 0,15) + (6 × 0,25) = 3,5
- Jumlah rata-rata mesin rusak per bulan
200 ÷ 3,5 = 57
- Total biaya corrective : 57 × Rp350.000 = Rp19.950.000
- Preventive : 200 × Rp75.000 = Rp15.000.000
- Jumlah perkiraan kerusakan bulan ke 1-6 :
(0,25 × 200) + (0,15 × 200) + (0,10 × 200) + (0,10 × 200) + (0,15 × 200) + (0,25 × 200) = 200
- Kebijakan yang dipilih yaitu preventive, karena lebih hemat dan efisien dibandingkan dengan corrective.
No. 3
- Pendapatan : 60.000 × Rp74.500 = Rp4.470.000.000
- Pengeluaran
1. Kota Bogor = Rp930.000.000
2. Kota Bekasi = Rp923.000.000
3. Kota Sukabumi = Rp896.250.000
- Keuntungan
1. Kota Bogor = Rp 4.470.000.000 - Rp 930.000.000 = Rp3.540.000.000
2. Kota Bekasi = Rp4.470.000.000 - Rp923.000.000 = Rp3.547.000.000
3. Kota Sukabumi = Rp4.470.000.000 - Rp896.250.000 = Rp3.573.750.000
- Jadi kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena pengeluarannya paling sedikit dan keuntungannya paling tinggi dibandingkan dengan kota Bogor dan Bekasi.
Siti Arivah 1124210154
BalasHapusSoal 2
a. rata-rata umur mesin sebelum rusak : 3,5 bulan
b. jumlah rata-rata mesin yg rusak perbulan : 57,14
c. total biaya perbaikan jika digunakan pemeliharaan corrective : 19.999.000
d. jumlah perkiraan kerusakan bulan pertama hingga ke-6 :
bulan 1 : 50
bulan 2 : 30
bulan 3 : 20
bulan 4 : 20
bulan 5 : 30
bulan 6 : 50
Total : 200
e. kebijakan pemeliharaan mana yg diambil, preventif atau corrective?
biaya pemeliharaan corrective : 19.999.000
biaya pemeliharaan preventif : 15.000.000
saya memilih preventif karena biaya yg dibutuhkan lebih murah dan lebih efisien. selain itu biaya pemeliharaan preventif membuat perusahaan sudah siap lebih awal karena telah menyiapkan dana yg sudah dicadangkan untuk sewaktu-waktu mesin rusak
Soal 3
a. pendapatan : 4.470.000.000
b. pengeluaran :
bogor : 930.000.000
bekasi : 923.000.000
sukabumi : 896.250.000
c. keuntungan :
bogor : 3.540.000.000
bekasi : 3.547.000.000
sukabumi : 3.573.750.000
d. kota yg dipilih adalah sukabumi karena pengeluarannya paling sedikit dengan keuntungan yg paling besar. jadi sukabumi adalah kota yg paling efisien dan strategis untuk menjadi lokasi pabrik
Zahra Sausan Salsabila 1124210170
BalasHapusNo. 2
A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan
B. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57,14
C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corrective = Rp. 19.999.000
D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4 = 200
E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
1. Biaya preventive = Rp. 15.000.000
2. Biaya corective = Rp. 19.999.000
Jadi, preventive dipilih karena memiliki biaya yang lebih rendah, dan menghemat biaya operasional dibandingkan dengan corrective.
No. 3
Total pendapatan = Rp. 4.470.000.000
Pengeluaran kota Bogor = Rp. 930.000.000
Pengeluaran kota Bekasi = Rp. 923.000.000
Pengeluaran kota Sukabumi = Rp. 896.250.000
Pendapatan — Pengeluaran
Bogor = Rp. 3.540.000.000
Bekasi = Rp. 3.547.000.000
Sukabumi = Rp. 3.573.750.000
Jadi, kota yang dipilih yaitu Sukabumi karena memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
Nomor 2.
BalasHapusA. Rata² umur mesin sebelum rusak= 3.5
B. Jumlah rata² mesin yang rusak perbulan= 57
C. Total biaya perbaikan=19.950.000
D. Jumlah kerusakan dalam bulan 1-4=200
E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
✓Biaya preventif= 15.000.000
✓Biaya corective= 19.950.000
✓Jadi yang di pilih adalah =metode biaya preventif karena memiliki biaya yang lebih rendah, lebih efisien, mampu meningkatkan produktivitas, menghemat biaya operasional, serta memberikan pengelolaan risiko yang lebih baik dibandingkan dengan biaya korektif.
Nomor 3.
A. Pendapatan =4.470.000.000
B. Pengeluaran Bogor
✓Total pengeluaran =930.000.000
✓Total keuntungan= 3.540.000.000
C. Pengeluaran Bekasi
✓Total pengeluaran = 923.000.000
✓Total keuntungan = 3.547.000.000
D. Pengeluaran Sukabumi
✓Total pengeluaran 896.250.000
✓Total keuntungan 3.573.750.000
E. Jadi, kota yang dipilih adalah Sukabumi
Alasannya: jika dilihat dari data diatas, kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan kedua kota yang lain.
BalasHapusSOAL NO.2
a. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57
c. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200
e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive)
1. Biaya preventif = 15.000.000
2. Biaya corective = 19.950.000
Jika dilihat dari hasil perhitungan maka kita memutuskan memilih metode biaya preventif, selain biayanya yang jauh lebih murah juga karena biaya ini lebih efisien dan meningkatkan produktivitas, dapat menghemat biaya operasional, serta pengelolaan resiko yang lebih baik dari biaya corective.
SOAL NO. 3
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 165.000.000
3. Pembangunan pabrik = 9.000.000
4. TK Adm = 36.000.000
5. Total pengeluaran = 930.000.000
6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 150.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.000.000
4. TK Adm = 42.000.000
5. Total pengeluaran = 923.000.000
6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 120.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.250.000
4. TK Adm = 45.000.000
5. Total pengeluaran = 896.250.000
6. Total keuntungan = 3.573.750.000
e. Jadi kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena jika melihat data diatas kota ini memiliki Total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.
Saepuloh (1124210259)
BalasHapusSoal No 2.
a. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5
b. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57
c. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
d. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200
e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive)
1. Biaya preventif = 15.000.000
2. Biaya corective = 19.950.000
Metode yang dipilih adalah
metode preventif karena biayanya lebih rendah dibandingkan dengan metode corective, metode preventif dapat mencegah terjadinya masalah atau kerugian di masa depan untuk mengurangi risiko, menghemat biaya, dan meningkatkan efisiensi.
Soal No 3.
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 165.000.000
3. Pembangunan pabrik = 9.000.000
4. TK Adm = 36.000.000
5. Total pengeluaran = 930.000.000
6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 150.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.000.000
4. TK Adm = 42.000.000
5. Total pengeluaran = 923.000.000
6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 120.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.250.000
4. TK Adm = 45.000.000
5. Total pengeluaran = 896.250.000
6. Total keuntungan = 3.573.750.000
Kota yang dipilih adalah Sukabumi, dikarenakan menurut perhitungan diatas kota Sukabumi memiliki jumlah pengeluaran yang paling sedikit dibandingkan dengan kota lain dan keuntungan yang paling tinggi.
Soal Nomer. 2
BalasHapusa.) Jumlah Rata-Rata Sebelum Rusak = 3,5
b.) Jumlah Rata-Rata Mesin Yang Rusak PerBulan = 57
c.) Total Biaya Perbaikan Jika Digunakan Pemeliharaan Corrective = 19.950.000
d.) Jumlah Perkiraan Kerusakan Bulan 1 Hingga 6 = 200
e.) Kebijakan Pemeliharaan Yang Optimal :
1. Biaya Preventif = 15.000.000
2. Biaya Corrective = 19.950.000
Pemeliharaan preventif lebih optimal karena biayanya lebih rendah (Rp15.000.000) dibanding corrective (Rp19.950.000), sehingga lebih hemat dan efisien.
Soal Nomer. 3
A. Total Pendapatan = 4.470.000.000
B. Pengeluaran Untuk Kota Bogor :
- Tepung Terigu/Pack = 720.000.000
- TK Langsung/Pack = 165.000.000
- Pembangunan Pabrik = 9.000.000
- TK Adm/Bulan/Orang = 36.000.000
* Total Pengeluaran = 930.000.000
* Total Keuntungan = 3.540.000.000
C. Pengeluaran Untuk Kota Bekasi :
- Tepung Terigu/Pack = 720.000.000
- TK Langsung/Pack = 150.000.000
- Pembangunan Pabrik = 11.000.000
- TK Adm/Bulan/Orang = 42.000.000
* Total Pengeluaran = 923.000.000
* Total Keuntungan = 3.547.000.000
D. Pengeluaran Untuk Kota Sukabumi :
- Tepung Terigu/Pack = 720.000.000
- TK Langsung/Pack = 120.000.000
- Pembangunan Pabrik = 11.250.000
- TK Adm/Bulan/Orang = 45.000.000
* Total Pengeluaran = 896.250.000
* Total Keuntungan = 3.573.750.000
E. Kota yang dipilih adalah Sukabumi karena memiliki pengeluaran paling rendah dan keuntungan paling tinggi.
Tazkiyah shofura (1124210162)
BalasHapusSoal nomor 2
a). Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan
b). Jumlah rata-rata mesin yang rusak per bulan = 57,14
c). Total biaya perbaikan jika digunakan pemeliharaan corrective =19.999.000
d). Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-6 = 200
e). Kebijakan pemeliharaan mana yang ambil
1. corrective = 19.999.000
2. preventive = 15.000.000
jadi pilihan terbaik yaitu Preventive Maintenance karena lebih hemat hampir Rp5 juta, dan secara operasional lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Soal nomor 3
Pendapatan = 4.470.000.000
Pengeluaran Bogor = 930.000 .000
Pengeluaran Bekasi = 923.000.000
Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran :
Bogor = 3.540.000.000
Bekasi = 3.547.000.000
Sukabumi = 3.573.750.000
Jadi jawabannya sukabumi karena keuntungannya lebih banyak.
Salwa Nurmaliza_ 1124210265
BalasHapusNo. 2
A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5
B. Jumlah rata-rata mesin rusak perbulan = 57
C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1-4 = 200
e. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (Corective/preventive)
1. Biaya preventif = 15.000.000
2. Biaya corective = 19.950.000
Pemeliharaan preventif lebih optimal karena biaya yang dikeluarkan lebih rendah, yaitu Rp15.000.000 dibandingkan corrective sebesar Rp19.950.000. Selain itu, pemeliharaan preventif juga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan mesin secara tiba-tiba dan mendukung kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, pemeliharaan preventif lebih disarankan untuk diterapkan dalam pengelolaan mesin secara berkelanjutan dan efisien.
No.3
a. Total Pendapatan = 4.470.000.000
b. Pengeluaran untuk kota bogor
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 165.000.000
3. Pembangunan pabrik = 9.000.000
4. TK Adm = 36.000.000
5. Total pengeluaran = 930.000.000
6. Total keuntungan = 3.540.000.000
c. Pengeluaran untuk kota bekasi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 150.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.000.000
4. TK Adm = 42.000.000
5. Total pengeluaran = 923.000.000
6. Total keuntungan = 3.547.000.000
d. Pengeluaran untuk kota Sukabumi
1. Tepung terigu = 720.000.000
2. TK langsung = 120.000.000
3. Pembangunan pabrik = 11.250.000
4. TK Adm = 45.000.000
5. Total pengeluaran = 896.250.000
6. Total keuntungan = 3.573.750.000
E. Jadi Kota yang dipilih adalah Sukabumi, karena berdasarkan data perhitungan, kota ini memiliki total pengeluaran paling rendah, yaitu Rp896.250.000, dan keuntungan tertinggi, yaitu Rp3.573.750.000 dibandingkan kota Bogor dan Bekasi. Dengan demikian, Sukabumi menjadi pilihan paling efisien dan menguntungkan untuk operasional.
Muhammad Danial Alfado 1124210102
BalasHapusSoal 2:
A: Rata" umur mesin = 3,5
B: Jumlah Rata" mesin = 57,14
C: Total biaya perbaikan = 19,999
D: Perkiraan kerusakan = 200
E: Preventive Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective, karena biaya lebih rendah Rp.15.000.000 dibanding Corrective Rp.19.999.000.
Soal 3:
Pendapatan = 4.470.000.000
Pengeluaran Bogor = 930.000 .000
Pengeluaran Bekasi = 923.000.000
Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000
Pendapatan - Pengeluaran :
Bogor = 3.540.000.000
Bekasi = 3.547.000.000
Sukabumi = 3.573.750.000
Jadi, sukabumi lebih menguntungkan.
Soal nomer 2
BalasHapusA. rata rata umur mesin sebelum rusak = 3,5
B. jumlah rata rata mesin yang rusak perbulan = 57
C. total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corective = 19.950.000
D. jumlah perkiraan kerusakan = 200
E. kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
1. biaya preventif = 15.000.000
2. biaya corective = 19.950.000
Jadi pilihan terbaiknya yaitu preventive maintance (PM) karena jauh lebih hemat dan efisien dibandingken corrective maintenance (CM).
Soal nomer 3
A. total pendapatan = 4.470.000.000
B. pengeluaran kota bogor = 930.000.000
C. pengeluaran kota bekasi = 923.000.000
D. pengeluaran kota sukabumi = 896.250.000
pendapatan – pengeluaran =
bogor = 3.540.000.000
bekasi = 3.547.000.000
sukabumi = 3.573.750.000
E. jadi kota yang dipilih yaitu sukabumi karena kota tersebut memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan total keuntungan yang paling banyak
Wahyu Ari Pambudi 1124210165
BalasHapusSOAL NO.2
A. Rata-rata umur mesin sebelum rusak = 3,5 bulan
B. Jumlah rata-rata mesin yang rusak perbulan = 57,14
C. Total biaya perbaikan jika menggunakan pemeliharaan corrective = Rp. 19.999.000
D. Jumlah perkiraan kerusakan bulan 1—4 = 200
E. Kebijakan pemeliharaan yang optimal (corective/preventive)
1. Biaya preventive = Rp. 15.000.000
2. Biaya corective = Rp. 19.999.000
Jadi, preventive dipilih karena memiliki biaya yang lebih rendah, dan menghemat biaya operasional dibandingkan dengan corrective.
SOAL NO.3
Total pendapatan = Rp. 4.470.000.000
Pengeluaran kota Bogor = Rp. 930.000.000
Pengeluaran kota Bekasi = Rp. 923.000.000
Pengeluaran kota Sukabumi = Rp. 896.250.000
Pendapatan — Pengeluaran
Bogor = Rp. 3.540.000.000
Bekasi = Rp. 3.547.000.000
Sukabumi = Rp. 3.573.750.000
Jadi, kota yang dipilih adalah Sukabumi karena memiliki total pengeluaran yang paling sedikit dan keuntungan yang paling tinggi.