Kamis, 19 Juni 2025

Discussion Forum 14 Kelas E

 Topik Minggu ini
Jawab pertanyaan SOAL 2 dan 3 di kolom Comment dibawha ini

16 komentar:

  1. Abel Evano 112421000222 Juni 2025 pukul 17.58

    Soal No.2:
    Supply= 50.000
    Demand= 59.500
    sehingga dibutuhkan Dummy 9.500 Dengan total biaya= (16.200×1.100)+(9.500×0)+(8.25 0×1.400)+(10.500×2.200)+(15.000×1.200)+(50×1000)= 70.520.000

    Soal No.3:
    Pendapatan = 4.470.000.000
    Pengeluaran Bogor = 930.000 .000
    Pengeluaran Bekasi = 923.000.000
    Pengeluaran Sukabumi = 896.250.000

    Pendapatan - Pengeluaran :
    Bogor = 3.540.000.000
    Bekasi = 3.547.000.000
    Sukabumi = 3.573.750.000
    jawabannya sukabumi karena keuntungannya lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abel Evano 112421000222 Juni 2025 pukul 18.00

      *ketinggalan pak*
      A: Rata" umur mesin = 3,5
      B: Jumlah Rata" mesin = 57,14
      C: Total biaya perbaikan = 19,999
      D: Perkiraan kerusakan = 200
      E: Preventive Maintance (PM) Jauh lebih hemat dan efisie dibandingken Corrective maintenance (CM). PM karena biaya lebih rendah dibanding CM.

      Hapus
  2. Atika Uswatun Hasanah 112421002422 Juni 2025 pukul 18.25

    1. Soal Transportasi
    - Supply = 50.000
    - Demand = 59.500
    59.500 - 50.000 = 9.500
    - Total biaya transportasi dihitung berdasarkan jumlah unit yang dikalikan biaya per unit di setiap rute.
    Caranya: (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) +
    (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000) = 70.520.000
    Total biaya transportasinya = Rp70.520.000

    2. Soal PT ABC (Analisis Lokasi)
    Pendapatan per tahun:
    Produk terjual 60.000 unit × harga per unit Rp74.500 = Rp4.470.000.000

    a. Bogor
    • Biaya total: 930.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 930.000.000 = Rp3.540.000.000
    • Biaya bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = 165.000.000
    • Biaya pabrik: (100.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 9.000.000
    • Biaya administrasi: 600.000 × 5 × 12 = 36.000.000

    b. Bekasi
    • Biaya total: 923.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 923.000.000 = Rp3.547.000.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = 150.000.000
    • Biaya pabrik: (120.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.000.000
    • Biaya administrasi: 700.000 × 5 × 12 = 42.000.000

    c. Sukabumi
    • Biaya total: 896.250.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 896.250.000 = Rp3.573.750.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = 120.000.000
    • Biaya pabrik: (122.500.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.250.000
    • Biaya administrasi: 750.000 × 5 × 12 = 45.000.000
    pilihan:
    Sukabumi dipilih karena paling memberikan keuntungan & paling tinggi dibandingkan dengan lokasi lainnya

    3. Analisis Pemeliharaan Mesin
    a. Umur rata-rata mesin: 3,5 bulan
    b. Jumlah rata-rata mesin: 57,14 unit
    c. Total biaya corrective (perbaikan setelah rusak): Rp19.999.000/bulan
    d. Perkiraan kerusakan bulan 1–6: 200 mesin
    e. Kebijakan pemeliharaan optimal:
    Preventif dengan biaya Rp15.000.000/bulan

    Pilihan & perbandingan :
    Saya lebih memilih metode pemeliharaan preventif karena biayanya lebih rendah dibandingkan corrective (Rp15 juta vs Rp19,9 juta/bulan). Selain hemat, preventif juga membuat mesin lebih minim rusak, sehingga produktivitas lebih stabil dan umur mesin bisa lebih panjang.

    BalasHapus
  3. Cafrina Lisyani 1124210032

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cafrina Lisyani 112421003222 Juni 2025 pukul 19.00

      1. Soal Transportasi
      Supply = 50.000
      Demand = 59.500
      59.500 - 50.000 =Dummy 9.500
      Total biaya= (16.200×1.100) + (9.500×0) + (8.250×1.400) + (10.500×2.200) + (15.000×1.200) + (50×1000)= 70.520.000

      2. Analisis Biaya Per Lokasi
      Pendapatan per Tahun:
      Produk terjual: 60.000 unit × Rp. 74.500 = Rp. 4.470.000.000

      a. LOKASI BOGOR
      Biaya Total: Rp. 930.000.000
      Rincian Biaya:
      Laba: Rp. 4.470.000.000 - Rp. 930.000.000 = Rp. 3.540.000.000
      Biaya bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = Rp. 720.000.000
      Biaya tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = Rp. 165.000.000
      Biaya pabrik: (100.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = Rp. 9.000.000
      Biaya administrasi: 600.000 × 5 × 12 = Rp. 36.000.000

      b. LOKASI BEKASI
      Biaya Total: Rp. 923.000.000
      Rincian Biaya:
      Laba: Rp. 4.470.000.000 - Rp. 923.000.000 = Rp. 3.547.000.000
      Biaya bahan baku: Rp. 720.000.000
      Biaya tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = Rp. 150.000.000
      Biaya pabrik: (120.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = Rp. 11.000.000
      Biaya administrasi: 700.000 × 5 × 12 = Rp. 42.000.000

      c. LOKASI SUKABUMI
      Biaya Total: Rp. 896.250.000
      Rincian Biaya:
      Laba: Rp. 4.470.000.000 - Rp. 896.250.000 = Rp. 3.573.750.000
      Biaya bahan baku: Rp. 720.000.000
      Biaya tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = Rp. 120.000.000
      Biaya pabrik: (122.500.000 - 10.000.000) ÷ 10 = Rp. 11.250.000
      Biaya administrasi: 750.000 × 5 × 12 = Rp. 45.000.000

      Pilihan Terbaik: SUKABUMI

      Alasan Pemilihan:
      Laba tertinggi: Rp. 3.573.750.000 (paling menguntungkan)
      Biaya total terendah: Rp. 896.250.000
      Efisiensi biaya tenaga kerja langsung: Rp. 2.000 per pack (terendah) ROI (Return on Investment) terbaik dibandingkan lokasi lainnya

      Kesimpulan: Sukabumi dipilih karena memberikan keuntungan paling tinggi dan paling efisien dari segi biaya operasional, meskipun biaya investasi awal pembangunan pabrik lebih tinggi, namun hal ini terkompensasi dengan biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang.

      3.Analisis Mesin
      Umur rata-rata mesin: 3,5 bulan
      Jumlah rata-rata mesin: 57,14 unit
      Total biaya corrective (perbaikan setelah rusak): Rp. 19.999.000/bulan
      Perkiraan kerusakan bulan 1-6: 200 mesin
      Kebijakan pemeliharaan optimal: Preventif dengan biaya Rp. 15.000.000/bulan

      PERHITUNGAN ANALISIS
      Analisis Biaya Corrective Maintenance
      Asumsi: Semua mesin dibiarkan hingga rusak baru diperbaiki
      Perhitungan Ekspektasi Kerusakan per Bulan:

      Bulan 1: 200 × 0,25 = 50 mesin
      Bulan 2: 200 × 0,15 = 30 mesin
      Bulan 3: 200 × 0,10 = 20 mesin
      Bulan 4: 200 × 0,10 = 20 mesin
      Bulan 5: 200 × 0,15 = 30 mesin
      Bulan 6: 200 × 0,25 = 50 mesin

      Total ekspektasi kerusakan: 200 mesin dalam 6 bulan
      Rata-rata kerusakan per
      bulan: 200 ÷ 6 = 33,33 mesin ≈ 57,14 unit (berdasarkan data)
      Biaya Corrective per bulan: 57,14 × Rp. 350.000 = Rp. 19.999.000

      Analisis Biaya Preventive Maintenance
      Asumsi: Semua mesin dipelihara secara preventif setiap bulan
      Biaya Preventive per bulan: 200 × Rp. 75.000 = Rp. 15.000.000

      Analisis Umur Rata-rata Mesin
      Perhitungan Umur Ekspektasi:
      E(X) = Σ(j × Pj)
      E(X) = (1×0,25) + (2×0,15) + (3×0,10) + (4×0,10) + (5×0,15) + (6×0,25)
      E(X) = 0,25 + 0,30 + 0,30 + 0,40 + 0,75 + 1,50 = 3,5 bulan

      PILIHAN TERBAIK: PREVENTIVE MAINTENANCE
      Alasan Pemilihan: Penghematan Biaya Signifikan

      Selisih biaya: Rp. 19.999.000 - Rp. 15.000.000 = Rp. 4.999.000/bulan
      Penghematan tahunan: Rp. 4.999.000 × 12 = Rp. 59.988.000

      Keuntungan Operasional:
      Umur mesin lebih panjang dan stabil, Produktivitas terjaga karena tidak ada gangguan mendadak, Downtime dapat direncanakan dan diminimalkan, Kualitas layanan AC tetap optimal

      Manajemen Risiko:
      Mengurangi risiko, kerusakan mendadak, Lebih mudah perencanaan anggaran, Menghindari biaya darurat yang tinggi

      Implementasi:
      Lakukan pemeliharaan preventif rutin setiap bulan, Monitor kondisi mesin secara berkala, Buat jadwal pemeliharaan yang teratur, Evaluasi efektivitas program secara berkala

      Kesimpulan: Preventive Maintenance menghemat 25% biaya dibandingkan Corrective Maintenance, sambil memberikan manfaat operasional yang signifikan dalam jangka panjang.

      Hapus
  4. Afif Baharmus 112421000522 Juni 2025 pukul 19.20

    Soal 3: Analisis Lokasi Pabrik

    Tujuan: Memilih lokasi pabrik dengan laba tertinggi.

    Pendapatan Tahunan (semua lokasi):

    Kapasitas Produksi: 60.000 Pack/tahun
    Harga Jual: Rp 74.500/Pack
    Total Pendapatan = 60.000 * 74.500 = Rp 4.470.000.000
    Perbandingan Laba per Lokasi:

    Bogor:

    Biaya Variabel/Pack: Rp 14.750
    Biaya Tetap Tahunan: Rp 45.000.000
    Total Biaya Tahunan: (14.750 * 60.000) + 45.000.000 = Rp 885.000.000 + 45.000.000 = Rp 930.000.000
    Laba Tahunan: 4.470.000.000 - 930.000.000 = Rp 3.540.000.000
    Bekasi:

    Biaya Variabel/Pack: Rp 14.500
    Biaya Tetap Tahunan: Rp 53.000.000
    Total Biaya Tahunan: (14.500 * 60.000) + 53.000.000 = Rp 870.000.000 + 53.000.000 = Rp 923.000.000
    Laba Tahunan: 4.470.000.000 - 923.000.000 = Rp 3.547.000.000
    Sukabumi:

    Biaya Variabel/Pack: Rp 14.000
    Biaya Tetap Tahunan: Rp 56.250.000
    Total Biaya Tahunan: (14.000 * 60.000) + 56.250.000 = Rp 840.000.000 + 56.250.000 = Rp 896.250.000
    Laba Tahunan: 4.470.000.000 - 896.250.000 = Rp 3.573.750.000
    Kesimpulan: Lokasi Sukabumi menghasilkan laba tertinggi.

    Soal 2: Transportasi (Metode VAM)

    Tujuan: Meminimalkan biaya angkut selai Mie Jam.

    Penyesuaian Data:

    Total Kapasitas (Supply): 50.000 unit
    Total Permintaan (Demand): 59.500 unit
    Tambahkan Dummy Supply sebesar 9.500 unit dengan biaya 0.
    Alokasi Optimal (hasil VAM):

    Dari Bandung:
    Ke Vietnam: 50 unit
    Ke Singapura: 16.200 unit
    Dari Bogor:
    Ke Vietnam: 15.000 unit
    Dari Jakarta:
    Ke Vietnam: 4.950 unit
    Ke Malaysia: 13.800 unit
    Dari Dummy:
    Ke Malaysia: 9.500 unit (menunjukkan permintaan tidak terpenuhi)
    Total Biaya Angkut Minimal:

    (50 * 1000) + (16200 * 1100) + (15000 * 1700) + (4950 * 2200) + (13800 * 1400) + (9500 * 0)
    = 50.000 + 17.820.000 + 25.500.000 + 10.890.000 + 19.320.000 + 0
    = Rp 73.580.000
    Kesimpulan: Biaya angkut minimal adalah Rp 73.580.000. Terdapat 9.500 unit permintaan dari Malaysia yang tidak dapat dipenuhi.

    BalasHapus
  5. Dinara Aleyda Sanova 112421004422 Juni 2025 pukul 19.28

    1. Soal Transportasi
    - Supply = 50.000
    - Demand = 59.500
    59.500 - 50.000 = 9.500
    - Total biaya transportasi dihitung berdasarkan jumlah unit yang dikalikan biaya per unit di setiap rute.
    Caranya: (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) +
    (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000) = 70.520.000
    Total biaya transportasinya = Rp70.520.000

    2. Soal PT ABC (Analisis Lokasi)
    Pendapatan per tahun:
    Produk terjual 60.000 unit × harga per unit Rp74.500 = Rp4.470.000.000

    a. Bogor
    • Biaya total: 930.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 930.000.000 = Rp3.540.000.000
    • Biaya bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = 165.000.000
    • Biaya pabrik: (100.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 9.000.000
    • Biaya administrasi: 600.000 × 5 × 12 = 36.000.000

    b. Bekasi
    • Biaya total: 923.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 923.000.000 = Rp3.547.000.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = 150.000.000
    • Biaya pabrik: (120.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.000.000
    • Biaya administrasi: 700.000 × 5 × 12 = 42.000.000

    c. Sukabumi
    • Biaya total: 896.250.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 896.250.000 = Rp3.573.750.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = 120.000.000
    • Biaya pabrik: (122.500.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.250.000
    • Biaya administrasi: 750.000 × 5 × 12 = 45.000.000
    pilihan:
    Sukabumi dipilih karena paling memberikan keuntungan & paling tinggi dibandingkan dengan lokasi lainnya

    Keuntungan tertinggi diperoleh di lokasi Sukabumi, karena biaya tenaga kerja lebih murah meski biaya administrasi sedikit lebih besar.

    BalasHapus
  6. Cahya Ayu Ariani 1124210033

    2. TRANSPORTASI
    Total Kapasitas Distributor (Supply):
    - Bandung: 16.250
    - Bogor: 15.000
    - Jakarta: 18.750
    * Total Supply = 16.250 + 15.000 + 18.750 = 50.000
    Total Permintaan Pasar (Demand):
    - Vietnam: 20.000
    - Singapura: 16.200
    - Malaysia: 23.300
    * Total Demand = 20.000 + 16.200 + 23.300 = 59.500
    Sekarang perbandingannya adalah:
    Total Supply (50.000) < Total Demand (59.500)
    Karena Total Demand lebih besar daripada Total Supply, maka kita akan membutuhkan Dummy
    * Jumlah Dummy yang Dibutuhkan:
    Total Demand - Total Supply = 59.500 - 50.000 = 9.500 unit.
    Jadi, dalam tabel transportasi, kita akan menambahkan satu baris lagi yang disebut "Dummy" (atau "Kekurangan Pasokan"). Kapasitas pasokan untuk baris ini adalah 9.500 unit. Biaya angkut dari baris "Dummy" ini ke setiap tujuan (Vietnam, Singapura, Malaysia) akan diatur menjadi Rp 0.
    Ini akan membuat total supply (50.000 + 9.500 = 59.500) sama dengan total demand (59.500), sehingga metode VAM atau metode transportasi lainnya dapat diterapkan dengan benar.
    Interpretasi: jika ada unit yang dialokasikan dari baris "Dummy" ke suatu negara adalah bahwa sejumlah unit produk Mie Jam tersebut merupakan permintaan yang tidak terpenuhi di negara tersebut karena keterbatasan kapasitas distribusi dari gudang yang ada. Perusahaan perlu mempertimbangkan strategi untuk mengatasi kekurangan ini, seperti meningkatkan kapasitas gudang atau mencari sumber pasokan tambahan.

    3. PT ABC
    * Tepung terigu/Pack biaya
    Bogor = 12.000 x 60.000 = 720.000.000
    Bekasi = 12.000 x 60.000 = 720.000.000
    Sukabumi = 12.000 x 60.000 = 720.000.000
    * TK Langsung/Pack
    Bogor = 2.750 x 60.000 = 165.000.000
    Bekasi = 2.500 x 60.000 = 150.000.000
    Sukabumi = 2.000 x 60.000 = 120.000.000
    * Pembangunan Pabrik
    Bogor = 100.000.000 - 10.000.000 ÷ 10 = 9.000.000
    Bekasi = 120.000.000 - 10.000.000 ÷ 10 = 11.000.000
    Sukabumi = 122.500.000 - 10.000.000 ÷ 10 = 11.250.000
    * TK adm/bulan/orang
    Bogor = 600 x5 x12 = 36.000.000
    Bekasi = 700 x 5 x 12 = 42.000.000
    Sukabumi = 750 x 5 x 12 = 45.000.000
    * Hasil
    Bogor = 720jt + 165jt + 9jt + 36jt = 930jt
    Bekasi = 720jt + 150jt + 11jt + 42jt = 923jt
    Sukabumi = 720jt + 120jt + 11.250jt + 45jt = 896.250jt
    * Pendapatan
    60.000 x 74.500 = 4.470.000.000
    Bogor = 4.470.000.000 - 930.000.000 = 3.540.000.000
    Bekasi 4.470.000.000 - 923.000.000 = 3.547.000.000
    Sukabumi = 4.470.000.000 - 896.250.000 = 3.573.750.000 ✔️
    Sukabumi yang menjadi pilihan karena lebih besar keuntungannya.

    2. PT SERVICE
    A. MTTF = (1×0,25) + (2×0,15) + (3×0,10) + (4×0,10) + (5×0,15) + (6×0,25) = 0,25 + 0,3 + 0,4 + 0,75 + 1,5 = 3,5 Bulan
    B. Rata² jumlah mesin rusak per bulan = jumlah total mesin ÷ MTTF = 200 unit ÷ 3,5 bulan = 57,14 unit/bulan
    C. Total biaya corrective perbulan= rata² jumlah mesin rusak perbulan × C2 = 57,14 × 350.000 = 19.999.000 perbulan
    D.
    1= 200×0,25 = 50
    2 = 200x0,15 = 30
    3 = 200x0,10 = 20
    4 = 200x0,10 = 20
    5 = 200x0,15 = 30
    6 = 200x0,25 = 500
    Total = 200
    E. Preventif = 200x75.000 = 15.000.000 perbulan
    Corrective = 19.999.000 perbulan

    Jadi, lebih memilih PREVENTIF karena lebih murah dengan selisih penghematan biaya 4.950.000 perbulan. Minim rusak, sehingga produktivitas lebih stabil dan umur mesin lebih panjang

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. akbar rizzky ismail (1124210007)22 Juni 2025 pukul 22.03

    1. Soal Transportasi
    Supply = 50.000
    Demand = 59.500
    Sehingga diperlukan Dummy sebesar 9.500
    Total biaya:
    (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) + (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000)
    = Rp70.520.000

    2. Soal PT ABC
    Pendapatan Tahunan:
    60.000 unit × Rp74.500 = Rp4.470.000.000

    a. Bogor
    Laba: 4.470.000.000 – 930.000.000 = Rp3.540.000.000
    Bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    Upah tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = 165.000.000
    Alokasi pabrik: (100.000.000 – 10.000.000) ÷ 10 = 9.000.000
    Tenaga kerja admin: 600.000 × 5 × 12 = 36.000.000

    b. Bekasi
    Laba: 4.470.000.000 – 923.000.000 = Rp3.547.000.000
    Tepung: 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    Tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = 150.000.000
    Biaya pabrik: (120.000.000 – 10.000.000) ÷ 10 = 11.000.000
    Admin: 700.000 × 5 × 12 = 42.000.000

    c. Sukabumi
    Laba: 4.470.000.000 – 896.250.000 = Rp3.573.750.000
    Bahan baku: 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    Tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = 120.000.000
    Pembagian pabrik: (122.500.000 – 10.000.000) ÷ 10 = 11.250.000
    Admin: 750.000 × 5 × 12 = 45.000.000


    Kesimpulan:
    Dari ketiga lokasi, Sukabumi memberikan keuntungan tertinggi sehingga lebih layak dipilih sebagai tempat produksi.
    3. Analisis Mesin
    a. Umur rata-rata mesin: 3,5 bulan
    b. Jumlah rata-rata mesin: 57,14
    c. Total biaya untuk perbaikan (corrective): Rp19.999.000
    d. Estimasi kerusakan mesin selama 6 bulan: sekitar 200 unit
    e. Opsi terbaik: Preventive maintenance dengan biaya Rp15.000.000 per bulan
    🔧 Alasan Pemilihan Preventif:
    Saya lebih memilih pendekatan preventif karena dari segi biaya lebih efisien, yakni Rp15 juta/bulan dibandingkan dengan corrective yang mencapai Rp19.999.000. Selain itu, metode ini dapat menekan potensi kerusakan saat proses operasional berlangsung. Dengan perawatan teratur, mesin lebih awet, produktivitas tetap stabil, dan kualitas produksi dapat dijaga dengan baik.

    BalasHapus
  9. Devry Fadly Waney 112421004123 Juni 2025 pukul 00.11

    Penyelesaian soal 2
    =16200 (1100) + 9500 (0) + 8250 (1400) + 10500 (2200) + 15000 (1200) + 50 (1000)

    = 70.520.000

    penyelesaian soal 3

    Pendapatan = 4.470.000.000


    Pengeluaran
    bogor = 930.000 .000
    bekasi = 923.000.000
    sukabumi = 896.250.000

    pendapatan - pengeluaran
    bogor = 4,470,000,000−930,000,000 = 3,540,000,000

    bekasi = 4,470,000,000−923,000,000 = 3,547,000,000

    sukabumi = 4,470,000,000−896,250,000 = 3,573,750,000

    pilih sukabumi karena laba yang lebih besar

    A. Rata-rata umur mesin = 3,5 tahun
    B. Jumlah rata-rata mesin = 57,14 unit
    C. Total biaya perbaikan = Rp 19.999.000
    D. Perkiraan kerusakan = 200 kasus
    E. pilih preventive karena:

    1. Akan menurunkan frekuensi kerusakan.
    2. Mengurangi biaya tak terduga dan downtime.
    3. Menjaga umur mesin agar lebih panjang dan stabil.

    BalasHapus
  10. Bayu Prasetyo Budi (1124210030)23 Juni 2025 pukul 13.24

    1. Soal Transportasi
    • Supply = 50.000
    • Demand = 59.500
    59.500 - 50.000 = 9.500
    • Total biaya transportasi dihitung berdasarkan jumlah unit yang dikalikan biaya per unit di setiap rute
    Cara mengerjakan: (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) + (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000) = 70.520.000
    Kesimpulan: Jadi, total biaya transportasi berdasarkan jumlah unit di setiap rutenya adalah Rp70.520.000

    2. Soal PT ABC (Analisis Biaya per Lokasi)
    *Pendapatan per tahun*:
    Produk terjual 60.000 unit × harga per unit Rp74.500
    = Rp4.470.000.000

    a. Kota Bogor
    • Biaya total: 930.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 930.000.000 = Rp3.540.000.000
    • Biaya bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = 165.000.000
    • Biaya pabrik: (100.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 9.000.000
    • Biaya administrasi: 600.000 × 5 × 12 = 36.000.000

    b. Kota Bekasi
    • Biaya total: 923.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 923.000.000 = Rp3.547.000.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = 150.000.000
    • Biaya pabrik: (120.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.000.000
    • Biaya administrasi: 700.000 × 5 × 12 = 42.000.000

    c. Kota Sukabumi
    • Biaya total: 896.250.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 896.250.000 = Rp3.573.750.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = 120.000.000
    • Biaya pabrik: (122.500.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.250.000
    • Biaya administrasi: 750.000 × 5 × 12 = 45.000.000

    • pilihan lokasi dengan biaya operasional yang lebih rendah untuk jangka panjang yaitu kota Sukabumi.

    *Kesimpulan*: Jadi, mengapa kota Sukabumi dipilih, karena memberikan keuntungan paling tinggi dan paling efisien dibandingkan dengan kota Bekasi dan kota Bogor dari segi biaya operasional, meskipun biaya investasi awal untuk pembangunan pabrik lebih tinggi dibandingkan dengan kota Sukabumi, namun hal ini terkompensasi dengan biaya operasional yang lebih rendah dalam waktu jangka panjang.

    3. Analisis Pemeliharaan Mesin
    - Umur rata-rata mesin: 3,5 bulan
    - Jumlah rata-rata mesin: 57,14 unit
    - Total Biaya Corrective Maintenance (perbaikan setelah rusak): Rp19.999.000/bulan
    - Perkiraan kerusakan bulan 1–6: 200 mesin
    - Kebijakan pemeliharaan optimal:
    Preventif dengan biaya Rp15.000.000/bulan


    • Pilihan Metode terbaik yang dapat digunakan adalah Preventive Maintenance. Alasan Pemilihan Metode Tersebut adalah Penghematan Biaya Signifikan.

    *Manajemen Risiko*: Mengurangi risiko, kerusakan mendadak, Lebih mudah perencanaan anggaran, Menghindari biaya darurat yang tinggi.

    *Implementasi*:
    Lakukan pemeliharaan preventif rutin setiap bulan, Monitor kondisi mesin secara berkala, Buat jadwal pemeliharaan yang teratur, Evaluasi efektivitas program secara berkala.

    Kesimpulan: Menggunakan metode Preventive Maintenance bisa menghemat sekitar 25% dari total biaya dibandingkan menggunakan metode Corrective Maintenance. Selain menghemat biaya, Preventive Maintenance juga bisa membuat mesin lebih minim kerusakan, sehingga produktivitas perusahaan lebih stabil dan umur mesin bisa memiliki jangka waktu yang lebih panjang.

    BalasHapus
  11. Chaila Nur Zahara Ramadhani (112421003623 Juni 2025 pukul 16.34

    1. Soal Transportasi
    - Supply = 50.000
    - Demand = 59.500
    59.500 - 50.000 = 9.500
    - Total biaya transportasi
    : (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) +
    (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000) = 70.520.000
    jadi biaya transporttasi = Rp70.520.000

    2. PT ABC (Analisis Lokasi)
    Pendapatan per-tahun:
    Produk terjual 60.000 unit × harga per unit Rp74.500 = Rp4.470.000.000

    a. Bogor
    • Biaya total: 930.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 930.000.000 = Rp3.540.000.000
    • Biaya bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = 165.000.000
    • Biaya pabrik: (100.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 9.000.000
    • Biaya administrasi: 600.000 × 5 × 12 = 36.000.000

    b. Bekasi
    • Biaya total: 923.000.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 923.000.000 = Rp3.547.000.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = 150.000.000
    • Biaya pabrik: (120.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.000.000
    • Biaya administrasi: 700.000 × 5 × 12 = 42.000.000

    c. Sukabumi
    • Biaya total: 896.250.000
    • Laba: 4.470.000.000 - 896.250.000 = Rp3.573.750.000
    • Biaya bahan baku: 720.000.000
    • Biaya tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = 120.000.000
    • Biaya pabrik: (122.500.000 - 10.000.000) ÷ 10 = 11.250.000
    • Biaya administrasi: 750.000 × 5 × 12 = 45.000.000
    pilihan:
    memilih sukabumi karena keuntungan dari kota tersebut lebih tinggi dibanding kota yg lain

    3. Pemeliharaan Mesin
    a. Umur rata-rata mesin: 3,5 bulan
    b. Jumlah rata-rata mesin: 57,14 unit
    c. Total biaya corrective (perbaikan setelah rusak): Rp19.999.000/bulan
    d. Perkiraan kerusakan bulan 1–6: 200 mesin
    e. Kebijakan pemeliharaan optimal:
    Preventif dengan biaya Rp15.000.000/bulan

    Pilihan & perbandingan :
    saya memilih metode preventif karena biayanya lebih rendah dibandingkan corrective, hal tersebut tidak memakan banyak biaya pengeluaran sehingga prusahaan dapat menghemat pengeluaran, dan minimum kerusakan sehingga mesin bisa digunakan dengan lama

    BalasHapus
  12. Asyam Raffi Arrasyid (1124210023)24 Juni 2025 pukul 10.58

    1. Soal Transportasi
    Supply = 50.000
    Demand = 59.500
    Sehingga diperlukan Dummy sebesar 9.500
    Total biaya:
    (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) + (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000)
    = Rp70.520.000

    2. Soal PT ABC
    Pendapatan Tahunan:
    60.000 unit × Rp74.500 = Rp4.470.000.000

    a. Bogor
    Laba: 4.470.000.000 – 930.000.000 = Rp3.540.000.000
    Bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    Upah tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = 165.000.000
    Alokasi pabrik: (100.000.000 – 10.000.000) ÷ 10 = 9.000.000
    Tenaga kerja admin: 600.000 × 5 × 12 = 36.000.000

    b. Bekasi
    Laba: 4.470.000.000 – 923.000.000 = Rp3.547.000.000
    Tepung: 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    Tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = 150.000.000
    Biaya pabrik: (120.000.000 – 10.000.000) ÷ 10 = 11.000.000
    Admin: 700.000 × 5 × 12 = 42.000.000

    c. Sukabumi
    Laba: 4.470.000.000 – 896.250.000 = Rp3.573.750.000
    Bahan baku: 12.000 × 60.000 = 720.000.000
    Tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = 120.000.000
    Pembagian pabrik: (122.500.000 – 10.000.000) ÷ 10 = 11.250.000
    Admin: 750.000 × 5 × 12 = 45.000.000


    Kesimpulan:
    Dari ketiga lokasi, Sukabumi memberikan keuntungan tertinggi sehingga lebih layak dipilih sebagai tempat produksi.
    3. Analisis Mesin
    a. Umur rata-rata mesin: 3,5 bulan
    b. Jumlah rata-rata mesin: 57,14
    c. Total biaya untuk perbaikan (corrective): Rp19.999.000
    d. Estimasi kerusakan mesin selama 6 bulan: sekitar 200 unit
    e. Opsi terbaik: Preventive maintenance dengan biaya Rp15.000.000 per bulan

    BalasHapus
  13. Ahmad Haidar Pasha 112421000624 Juni 2025 pukul 15.51

    Jawaban Soal Manajemen Operasional

    1. Soal Transportasi

    - Total supply: 50.000 unit
    - Total demand: 59.500 unit
    - Kelebihan permintaan: 59.500 - 50.000 = 9.500 unit

    Perhitungan Total Biaya Transportasi:
    (16.200 × 1.100) + (9.500 × 0) + (8.250 × 1.400) + (10.500 × 2.200) + (15.000 × 1.200) + (50 × 1.000)
    = Rp70.520.000

    Kesimpulan:
    Total biaya transportasi berdasarkan jumlah unit di masing-masing rute adalah sebesar Rp70.520.000.


    2. Soal PT ABC (Analisis Biaya per Lokasi)

    Pendapatan tahunan:
    60.000 unit × Rp74.500 = Rp4.470.000.000

    a. Kota Bogor:
    - Total biaya: Rp930.000.000
    - Laba: Rp4.470.000.000 - Rp930.000.000 = Rp3.540.000.000
    - Biaya bahan baku (tepung): 12.000 × 60.000 = Rp720.000.000
    - Biaya tenaga kerja: 2.750 × 60.000 = Rp165.000.000
    - Biaya pabrik: (100.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = Rp9.000.000
    - Biaya administrasi: 600.000 × 5 × 12 = Rp36.000.000

    b. Kota Bekasi:
    - Total biaya: Rp923.000.000
    - Laba: Rp4.470.000.000 - Rp923.000.000 = Rp3.547.000.000
    - Biaya bahan baku: Rp720.000.000
    - Biaya tenaga kerja: 2.500 × 60.000 = Rp150.000.000
    - Biaya pabrik: (120.000.000 - 10.000.000) ÷ 10 = Rp11.000.000
    - Biaya administrasi: 700.000 × 5 × 12 = Rp42.000.000

    c. Kota Sukabumi:
    - Total biaya: Rp896.250.000
    - Laba: Rp4.470.000.000 - Rp896.250.000 = Rp3.573.750.000
    - Biaya bahan baku: Rp720.000.000
    - Biaya tenaga kerja: 2.000 × 60.000 = Rp120.000.000
    - Biaya pabrik: (122.500.000 - 10.000.000) ÷ 10 = Rp11.250.000
    - Biaya administrasi: 750.000 × 5 × 12 = Rp45.000.000

    Pilihan Lokasi:
    Kota Sukabumi menjadi pilihan terbaik karena memiliki:
    - Laba tertinggi: Rp3.573.750.000
    - Total biaya operasional terendah: Rp896.250.000
    - Biaya tenaga kerja paling efisien: Rp2.000 per pack
    - ROI yang lebih baik dibandingkan Bogor dan Bekasi

    Kesimpulan:
    Lokasi di Sukabumi paling menguntungkan untuk jangka panjang meskipun biaya pembangunan pabrik lebih tinggi, karena efisiensi operasional dan laba yang lebih besar.


    3. Analisis Pemeliharaan Mesin

    Data Umum:
    - Umur rata-rata ekspektasi mesin: 3,5 bulan
    - Jumlah mesin: 200 unit (selama 6 bulan)
    - Rata-rata kerusakan: 200 ÷ 6 = 33,33 unit/bulan ≈ 57,14 unit
    - Biaya Corrective Maintenance: Rp19.999.000/bulan
    - Biaya Preventive Maintenance: Rp15.000.000/bulan

    Perhitungan Corrective Maintenance:
    - Bulan 1: 200 × 0,25 = 50 unit
    - Bulan 2: 200 × 0,15 = 30 unit
    - Bulan 3: 200 × 0,10 = 20 unit
    - Bulan 4: 200 × 0,10 = 20 unit
    - Bulan 5: 200 × 0,15 = 30 unit
    - Bulan 6: 200 × 0,25 = 50 unit

    Total kerusakan: 200 unit selama 6 bulan
    Rata-rata kerusakan per bulan: 33,33 unit
    Biaya corrective per bulan: 57,14 × Rp350.000 = Rp19.999.000

    Perhitungan Preventive Maintenance:
    - Biaya bulanan: 200 unit × Rp75.000 = Rp15.000.000

    Perhitungan Umur Mesin (Ekspektasi):
    E(X) = (1×0,25) + (2×0,15) + (3×0,10) + (4×0,10) + (5×0,15) + (6×0,25)
    E(X) = 0,25 + 0,30 + 0,30 + 0,40 + 0,75 + 1,50 = 3,5 bulan

    Analisis dan Keputusan:
    - Penghematan biaya: Rp19.999.000 - Rp15.000.000 = Rp4.999.000/bulan
    - Efisiensi tahunan: Rp4.999.000 × 12 = Rp59.988.000

    Keuntungan Preventive Maintenance:
    - Memperpanjang umur mesin
    - Menurunkan risiko kerusakan mendadak
    - Downtime bisa dijadwalkan
    - Lebih mudah perencanaan anggaran
    - Mengurangi biaya darurat dan menjaga produktivitas

    Implementasi:
    - Jadwalkan pemeliharaan rutin bulanan
    - Monitoring kondisi mesin
    - Evaluasi efektivitas program secara berkala

    Kesimpulan:
    Preventive Maintenance adalah metode terbaik karena tidak hanya hemat biaya, tetapi juga mendukung kinerja operasional yang stabil, memperpanjang umur mesin, dan meminimalkan risiko gangguan mendadak.

    BalasHapus
  14. Dhea Trihapsari 112421004325 Juni 2025 pukul 17.24

    nomor 2
    1. Hitung penalti (selisih biaya terendah ke-1 dan ke-2 di tiap baris & kolom)
    Bandung: 1.000 vs 1.000 → 0
    Bogor: 1.200 vs 1.400 → 200
    Jakarta: 1.900 vs 2.000 → 100
    Vietnam: 1.000 vs 1.700 → 700
    Singapura: 1.000 vs 1.400 → 400
    Malaysia: 1.000 vs 1.200 → 200

    2. Mulai Alokasi (dari penalti tertinggi):
    Vietnam → Bandung (1.000) → ambil 16.250 unit (Bandung habis)
    Vietnam tersisa: 3.750
    Bandung habis

    Vietnam → Bogor (1.700) → ambil 3.750
    Bogor sisa: 12.750
    Vietnam habis

    Singapura → Bandung habis, pilih Bogor (1.400) → ambil 12.750
    Singapura sisa: 3.450
    Bogor habis

    Singapura → Jakarta (2.000) → ambil 3.450
    Singapura habis
    Jakarta sisa: 23.300

    Malaysia → Bandung & Bogor habis → Jakarta (1.900) → ambil 23.300
    Malaysia habis
    Jakarta habis

    Hitung Total Biaya:
    Bandung-Vietnam: 16.250 × 1.000 = 16.250.000
    Bogor-Vietnam: 3.750 × 1.700 = 6.375.000
    Bogor-Singapura: 12.750 × 1.400 = 17.850.000
    Jakarta-Singapura: 3.450 × 2.000 = 6.900.000
    Jakarta-Malaysia: 23.300 × 1.900 = 44.270.000
    Total Biaya: Rp 91.645.000

    Distribusi optimal menggunakan VAM menghasilkan biaya minimum Rp 91.645.000 dengan alokasi

    nomor 3
    Diketahui:
    Produksi: 60.000 pack per tahun
    Usia ekonomi: 10 tahun
    Discount factor: 10% → Gunakan faktor annuitas 6,1446
    Harga jual produk: Rp 74.500 per pack
    Tenaga admin: 5 orang

    Hitung Biaya Tahunan Masing-masing Kota:
    1. Bogor
    Biaya Bahan Baku: Rp 12.000 × 60.000 = Rp 720.000.000
    TK Langsung: Rp 2.750 × 60.000 = Rp 165.000.000
    Biaya Admin: Rp 600.000 × 5 × 12 = Rp 36.000.000
    Investasi Awal: Rp 100.000.000 → Tahunan = 100 jt / 6,1446 = Rp 16.270.000
    Total biaya tahunan = Rp 937.270.000

    2. Bekasi
    Bahan Baku: Rp 12.000 × 60.000 = Rp 720.000.000
    TK Langsung: Rp 2.500 × 60.000 = Rp 150.000.000
    Admin: Rp 700.000 × 5 × 12 = Rp 42.000.000
    Investasi: Rp 120 jt / 6,1446 = Rp 19.527.000
    Total biaya tahunan = Rp 931.527.000

    3. Sukabumi
    Bahan Baku: Rp 12.000 × 60.000 = Rp 720.000.000
    TK Langsung: Rp 2.800 × 60.000 = Rp 168.000.000
    Admin: Rp 750.000 × 5 × 12 = Rp 45.000.000
    Investasi: Rp 90 jt / 6,1446 = Rp 14.643.000
    Total biaya tahunan = Rp 947.643.000

    Hitung Pendapatan Tahunan:
    Rp 74.500 × 60.000 = Rp 4.470.000.000

    Hitung Laba Tahunan:
    Bogor: 4.470.000.000 - 937.270.000 = Rp 3.532.730.000
    Bekasi: 4.470.000.000 - 931.527.000 = Rp 3.538.473.000
    Sukabumi: 4.470.000.000 - 947.643.000 = Rp 3.522.357.000

    Berdasarkan perhitungan total biaya tahunan dari ketiga alternatif lokasi yaitu Bogor, Bekasi, dan Sukabumi, dapat disimpulkan bahwa lokasi Bekasi merupakan pilihan paling optimal untuk pembangunan pabrik baru PT ABC Indonesia

    Bekasi memiliki total biaya tahunan paling rendah, yaitu sebesar Rp 931.527.000
    Biaya tersebut lebih efisien dibandingkan Bogor (Rp 937.270.000) dan Sukabumi (Rp 947.643.000)
    Laba tahunan tertinggi juga diperoleh di Bekasi, yakni Rp 3.538.473.000

    Dengan memilih lokasi pabrik di Bekasi, perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan dan menghemat biaya operasional, sehingga mendukung kelangsungan dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

    BalasHapus